Sabtu, 29 Desember 2018

Hubungan ilmu pengetahuan dan agama islam


Surat thaha ayat 114

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

 Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

        Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode  yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari istemologepi.(http://tugasteknikmesin.blogspot.com)

Munculnya isu islamisasi sains merupakan suatu respon atas dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama islam. Dapat di amati bahwa memang sifat metode setruktur dari ilmu pengetahuan dan iilmu agama jauh berbeda atau dapat dikatakan kontradiktif. Agama mengasumsikan atau melihat suatu persoalan dari segi normatif, sedangkan pengetahuan atau sains dari segi  objektivitasnya. Agama melihat suatu masalah dan solusi melalui petunjuk tuhan dan sedangkan ilmu pengetahuan atau sains melihat sesuatu melalui eksperimen dan sebuah rasio manusia. Ajaran agama dan kebenaran agama di yakini sebagai petunjuk tuhan , serta kebenaran bernilai mutlak sedangkan sains bernilai relatif. Agama banyak berbicara yang ghaib sedangkan sains hanya berbicara mengenai hal yang empiris.

Dalam kehidupan ini keduanya harus berkesinambungan atau seimbang. Suatu ilmu baik pengetahuan maupun agama pasti digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu kita harus belajar dengan tekun dan berdoa agar yang kita pelajari adalah hal yang benar atapun tidak melenceng ke arah kesesatan.
Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan mengenai hukum aplikasi al qur’an pada ponsel sertasah tidaknya ibadah seseorang yang mengenakan wewanginan beralkohol. Itu semua merupakan beberapa contoh maslah dizaman milenial ini. Dan kita sebagai manusia yang hidup di jaman yang serba canggih ini haruslah pandai-pandai dalam menyikapi setiap masalah yang muncul dengan bijaksana. Apapun problematika yang ada kita dapat mengambil petunjuk melalui ilmu agama serta ilmu pendidikan yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar