Surat thaha ayat 114
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ
قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu
tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu,
dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.
Ilmu pengetahuan adalah seluruh
usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia
dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar
dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan
membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari
keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari istemologepi.(http://tugasteknikmesin.blogspot.com)
Munculnya isu islamisasi sains merupakan suatu respon
atas dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama islam. Dapat di amati
bahwa memang sifat metode setruktur dari ilmu pengetahuan dan iilmu agama jauh
berbeda atau dapat dikatakan kontradiktif. Agama mengasumsikan atau melihat
suatu persoalan dari segi normatif, sedangkan pengetahuan atau sains dari
segi objektivitasnya. Agama melihat
suatu masalah dan solusi melalui petunjuk tuhan dan sedangkan ilmu pengetahuan
atau sains melihat sesuatu melalui eksperimen dan sebuah rasio manusia. Ajaran agama
dan kebenaran agama di yakini sebagai petunjuk tuhan , serta kebenaran bernilai
mutlak sedangkan sains bernilai relatif. Agama banyak berbicara yang ghaib
sedangkan sains hanya berbicara mengenai hal yang empiris.
Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan mengenai
hukum aplikasi al qur’an pada ponsel sertasah tidaknya ibadah seseorang yang
mengenakan wewanginan beralkohol. Itu semua merupakan beberapa contoh maslah
dizaman milenial ini. Dan kita sebagai manusia yang hidup di jaman yang serba
canggih ini haruslah pandai-pandai dalam menyikapi setiap masalah yang muncul
dengan bijaksana. Apapun problematika yang ada kita dapat mengambil petunjuk
melalui ilmu agama serta ilmu pendidikan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar